id ID nl NL en EN
Seni tradisi Banyumasan menjadi pembuka PKSN 2017 di Purwokerto
22 Mei

Seni tradisi Banyumasan menjadi pembuka PKSN 2017 di Purwokerto

PURWOKERTO-Tiga buah seni tradisi menyambut Tim Komsos KWI dan Komsos dari beberapa Keuskupan lain yang diundang dalam Pekan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) ke-51, Senin (22/5/2017). Peserta diarak menggunakan kentongan dari Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Gereja dan berakhir di depan Paschalis Hall Keuskupan Purwokerto.

Ratusan pengunjung yang memadati halaman Paschalis Hall kembali dihibur dengan pementasan kesenian Ndolalak oleh SMPN 3 Kesugihan, Cilacap serta Grup Buncisan Margo Utama dari Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Banyumas. 

Di antara rombongan tamu terdapat Uskup Manokwari Sorong Mgr Hilarion Datus Lega Pr yang juga sekaligus Ketua Komisi Komsos KWI, dan Uskup Emeritus (pensiun) Keuskupan Purwokerto Mgr Julianus Sunarka SJ, serta Sekretaris Komisi Komsos KWI RD Kamilus Pantus. Kepada ke tiga orang ini dikalungi selendang dan blangkon di gerbang Gedung Paschalis oleh tuan rumah yaitu Administrator Keuskupan Purwokerto RD Tarcisius Puryatno dan Ketua Komsos RD Cassianus Teguh Budiarto. 

“Ini adalah kegiatan satu pekan yang diharapkan memberi inspirasi bagi masyarakat. Terutama agar kita tidak takut menyuarakan hal-hal yang memberi semangat, hal-hal yang positif, bukan hoax, di tengah masyarakat, di tengah media sosial,”  kata Ketua Panitia PKSN 2017, Robertus Sutriyono, di sela acara.

Dia mengatakan, Kegiatan PKSN 2017 merupakan kegiatan menyambut Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-51. Gereja Katolik dalam hal ini Paus Fransiskus menyampaikan pesan penting kepada seluruh orang beriman terutama awak media agar berperan menyeimbangkan dan menyejukkan suasana ini. 

“Jangan Takut, Aku Besertamu : Komunikasi Harapan dan Iman” menjadi tema besar Hari Komsos yang biasanya dirayakan pada Minggu ke-7 Masa Paskah atau seminggu sebelum Hari Raya Pentakosta.

Sementara itu, Ketua Komsos Keuskupan Purwokerto, RD Cassianus Teguh Budiarto mengaku terkejut dengan animo masyarakat dan umat yang memadati arena pembukaan. Menurut dia, masih banyak masyarakat yang sangat peduli dengan kebudayaan Banyumas.

"Ternyata tidak hanya umat dari Banyumas, Kroya, Kebumen, Purbalingga, Cilacap, Tegal yang menyaksikan pembukaan ini. Ada masyarakat di sekitar Purwokerto juga yang datang ke tempat acara," ujarnya. 

Dia mengatakan, masih ada beberapa kegiatan selama sepekan ini yang menarik. Pelatihan dan seminar serta lomba-lomba setidaknya melibatkan 1000 orang dari berbagai latar belakang dan lintas agama. Sementara pagelaran budaya pembuka dan penutup serta perayaan Ekaristi pembukaan dan penutupan diperkirakan total melibatkan 3000 orang.  

Tahun ini, Gereja Katolik merayakannya pada 28 Mei 2017. 

Kegiatan sepekan akan diisi dengan pagelaran budaya, Misa Suci, workshop menulis kreatif, workshop audio visual, character building, serta pagelaran wayang wahyu. Dua seminar diadakan di Sekolah Tinggi Komputer (STIKOM) Yos Sudarso Purwokerto dan Akademi Maritim Nasional (AMN) Cilacap. Seminar menghadirkan pembicara antara lain Dirjen Bimas Katolik Drs. Eusabius Binsasi, pakar teknologi Prof. Dr. Eko Indrajit, praktisi radio Errol Jonathan, dan pegiat literasi Budi Sutedja.  (*)

Baca 84 kali
MyPurwokerto.com



Surel Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

HUBUNGI KAMI

  • Kontak +62 856 2542 374
    Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  • Media Sosial

SELAYANG PANDANG

MyPurwokerto.com membantu memudahkan Anda dalam memperoleh berbagai informasi seputar Wisata, Budaya, Daya Tarik dan hal lainnya di Purwokerto, kabupaten Banyumas serta sekitarnya.